Selamat datang sobat Castra, seneng dech kalian mengunjungi blog ini. Mari masuk,....'ga usah canggung anggap aja rumah sendiri, hehehe......

Jumat, 13 Februari 2009

SEPATU MERAH MUDA

Oleh: Naylis Saadah, III Takhsossus


Ayah, hari ini Syifa diejek lagi,katanya sepatu syifa jelek, dan yang pakai sepatu jelek gak boleh masuk sekolah”tangis Syifa pecah. Ketika sampai dirumah ayahnya dengan terpaku,dia melihat sepatu anak perempuannya itu. Sepatu itu memang dianggap sudah tak layak pakai,bagian yang depan sepatu memang menganga lebar,sedangkan warnanya sudah tiak bisa dibilang berwarna biru lagi.pak Rahmat, ayah Syifa membeli sepatu itu dua tahun yang lalu ketika Syifa baru masuk sekolah dasar, kini Syifa sudah duduk dikelas tiga.

“Nanti kalau ayah dapat rezeki, Syifa ayah belikan sepatu baru,makanya sehabis sholat doakan ayah ya” belaian lembut tangan ayahnya dapat meredakan tangis Syifa. Sejak ibu
pergi ke Malaysia untuk bekerja setahunn yang lalu,maka pak Rahmatlah yang harus merawat dan mmebesarkan Syifa sekaligus menafkahinya. jauh didalam batin pak Rahmat, dia merasakan kesediahan yang luar biasa.dia merasa tidak bisa membahagiakan anak sematawayangnya itu.baginya sulit mendapatkan sejumlah uang untuk membelikan Syifa sepasang sepatu,karena untuk makan sehari-hari saja rasanya begitu sulit. Jika ada tetangganya yang baik dan memberi makanan,barulah mereka makan enak,karena pak Rahmat hanya seorang buruh pengangkut beras dipasar yang terkadang gajinya tak sebanding dengan tenaga yang dia keluarkan.”ayah, Syifa mau berangkat sekolah dulu ya, nanti siang pokoknya ayah harus sudah membelikan sepatu, soalnya syifa malu yah,”

“Insya Allah,yang penting, Syifa sekolah yang rajin”Syifa berangkat sekolahsetelah mencium tangan ayanhnya. Semburat kesedihan masih jelas terlihat diwajah pak Rahmat.Dia segera menuju pasar berharap akan mendapatkan rezeki yang banyak hari ini.

“Ayah,Syifa ingin sepatu yah,” bibir Pak Rahmat terasa kelu, dia tak bisa menjawab pertanyaan anaknya kemarin, sehabis pulang sekolah badan Syifa panas Syifa terkena demam dan kini dia selalu mengigau ingin dibelikan sepatu.hal ini tentu saja sangat membuat pak Rahmat terpukul.pak Rahmat sudah mencoba pinjam sanma-sini tapi hasilnya nihil, karena hutang pak Rahmat sudah terlalu banyak sehingga tetangga pak Rahmat tidak memberikan pinjaman padanya.”Syifa harus sembuh,nanti ayah belikan sepatu yang bagus”Syifa hanya bisa tersenyum

Dipasar, ”rampok.........rampok....”teriak seorang ibu,orang yang ada disana langsun g mengejar sirampok walau tanpa dikomando maling tersebut dengan terburu-buru mengmbil langkah seribu ketika sadar dirinya sedang dikejar ketika sampai disebuah gang,maling pun berbelok dan bersembunyi dirumah kosong yang terletek didalam gang itu,seingga massa tak dapat menemukannya. Massa yang sudah kesal kembali lagi kepasar dan melanjutkan aktifitasnya masing-masing. ”Mah....Desi jadi gak punya sepatu sepatu dong mah”rengek anak permpuan berusia sekitar selapan tahun.”mungkin sepatu itu bukan rezeki kita sabar ya”seru seorang ibu yang tadi kehilangan barng belanjaannyayang berupa sepatu yang baru saja dibeli tetapi untungnya dompetnya bisa diselamatkan.
Disekolah Syifa. ”Hai teman-teman lihat nih sepatubaruku warnanya biru muda baguskan?”seru desi kepada teman-temannya.”wah bagus ya”

“Kamu beli darimana Des?”aku gak tahu belinya dimana. Yang penting ibuku membelinya setelah kami pul;ang dari pasar.oh ya tahu gak,kemaren aku dan ibu kepasar,aku membeli sepatu warnanya merah muda, ada pita dipinggirnya pokoknya bagus deh!”
“Tapi sekarang kenapa gak dipakai”seru Thomas
“Soalnya........soalnya sepatu itu diambil orang waktu aku dan ibu masih dipasar”
“Kamu tahu siapa yang ngambil?”tanya Syifa
“Aku gak tahu tapi aku curiga ama tukang pikul beras,soalnya ketika kami masuk ke toko sepatu dia memperhatikan gerak-gerik kami berdua”.

Tet...............tet.......
Bel pulang pun berbunyi,Syifa segera membereskan buku-bukunya kaena ayahnya hari ini akan membelikannya sepasang sepatu baru.dia tidak akan diejek lagi oleh teman-temanya.
“Ayah...mana sepatunya?”
“Ini,”seru ayahnya sambil menyodorkan sepasang sepatu merah muda yang dihiasi pita dipinggirnya. Syifa menerimanya dengan senang, tetapi ketika dilihatnyasepasang sepatu merah muda itu, raut wajahnya berubah, adlam hatinya penuh tanya.matanya menatap mata pak Rahmat.pak Rahmat tersenyum, tetapi dalam hatinya dipenuhi rasa bersalah.maafkan ayah nak,ayah melakukan ini karena ayah ingin mebuat kamu senang tetapi karena faktor kemiskinanlah yang mendorong ayah untuk melakukan ini,seru pak Rahmat dalam hati.pak Rahmat segera meraih tubuh mungil Syifa untuk dipeluknya tetapi Syifa malah berlari menjauh.....,menjauh,kini dibenaknya dipenuhi berbagaimacam pertanyaan.benarkah aynh yang mengambil sepatu Desi?ayahkan bekerja sebagai buruh pikul beras,sepatu itu sma persis sepeti yang diceritakan Desi.saat ini dirinya ingin menjauh.......menjauh dari kenyataan,dan masih terekam jelas nasehat ayahnya “walaupun kita miskin,tapi kita tidak boleh mencuri nak Selengkapnya...

Soulmate

Pada suatu hari Banteni sedang bercakap-cakap dengan Resti.
Banteni : Resti! Tuh ungdzuri ukhtuki ukh Farida!
Resti : Ih....bukan,ukhtika jengkol
Banteni : Loh..kok jengkol...terus solmet anti man?
Resti : Solmetii jerawat
Banteni : Lho, kok jerawat ?
Resti : Kan jerawat tuh selalu nempel, kalau gak nempel jerawat gak cantik
Bagaikan Resti tanpa Banteni, kalu ukh jengkol kan ana sayang sama
jengkol... Selengkapnya...

Bagaimana Menghilangkan Sifat Jelekku????

Hello Castra,eh...tolongin ana donk! Ana tuh punya masalah yang angat besar tolong ana! Bagaimana ana bisa buang jauh-jauh sifat jelek ana ini. Ana malu ana udah gak kuat ana tahu anatuh rangnya egois, sombong, pengen menang sendiri, watados, centil, goeru mu’adzab ah pokoknya

semua sifat yang jelek ada di ana deh.bantuin ana, ana pengen sahabt ana kembali lagi ana pengen kembali ke ana yang dulu lagi. Pendiem, sopan, baik, ah pokoknya itu deh!please.......buktinya sekarang aku mungkin setiap hari udah menjadi bahan pembicaraan orang lain terus mugkin ana adalah orang yang paling nyebelin se Pondok. Terus temen-temenku maafin aku ya.karenamungkin selama ini aku hanya bikin antuna BT. Good Bye. Mungkin aku tidak akan lama disini
Dill@.Ia KMI

Jawab;
Untuk Dilla yang selalu ceria, kunci untuk meninggalkan kejelekan adalah meninggalkannya. Jangan mengulanginya atau pun mengingatnya. Jangan takut untuk meninggalkannya tapi jadilah pribadi yang siap untuk berubah menuju keadaan yang lebih baik. Selamat meninggalkan kejelekan dan selamat berubah dalam hidup anda.
Selengkapnya...

Ada yang Marqol

Aduh....hari ini aku lagi sebel sama orang . gara-gara di kamar mandi daur-dauran karena an nyerobot makan orang dan dauri bukan hia. Hia jadi tagdob ilayya padahalkan adifaqot ya satu lagi nih, sohibati yang namanya..............

dia kebingungan nyari kacu yang hilang, dia sampai nyari-nyari loh sampai nyeberantakin lemari,bulak-balik ke hammam, aduh sampai bingung ana ngelihatnya.
Asapan juga sih terus buat al ukh APH harus murah senyum soalnya ada insan akhor yang marid qolb C2 dicuekin maakum pas tadi sore dikamar. Terus ana sebel loh. Sama orang yang bilang ana jijik tapi ana tetep sabar walaupun dia ‘gak mau dekat denganku dan akusuka dijuhi terus. Tapi aku tetap asbir walaupun aku sendiri sakit hatiku tapi kalau dia butuh aku pasti dia nyari-nyari aku
Selly,Ib KMI
Jawab:
Buat Selly yang super dahsyat,saya harpkan apa yang Selly alami itu bukan diri Selly yang jelek, tapi peristiwa yang selalu terjadi paa diri Selly. jadiSelly masih bisa merubah keadaan yang terjadi pada diri Selly.jadi Selly pasti bisa merubahkeadaan yang terjadi pada diri Selly asal ada kemauan untuk merubahnya.selly ingat orang sukses adalah orang yang pantang menyerah dan gentar menghadari ujian baik dari lingkungan maupun diri kita sendiri. Ingat,Selly bisa untukmenjadi orang Super asal selalu berfikir menjadi orang super.

Selengkapnya...

Selasa, 06 Januari 2009

Ujian


Bil imtihaan yukromul marĂº au yuhaanu


Ujian sangat menentukan nilai seseorang. Tidak cuma nilai akademik, melainkan nilai afektif pula. Nilai akademik bisa dilihat di raport, nilai afektif bisa dilihat pada pribadinya.


Keberdaan pengawas pada saat ujian sangat penting. Tidak hanya berfungsi menerima laporan kesalahan tulisan pada soal, atau soal tidak jelas, melainkan ada yang lebih penting dari itu. Yaitu mengingatkan peserta ujian bahwa dirinya selalu diawasi. Jadi kalau dia mau berbuat curang, pikir-pikir dulu deh....
Selengkapnya...